You are here
Home > Highlighted > AMD EPYC Hadirkan Solusi Bagi Perusahaan yang Terapkan WFH

AMD EPYC Hadirkan Solusi Bagi Perusahaan yang Terapkan WFH

Facebooktwitterrssyoutubeby feather

Banyak di antara kita sudah menjalani 8 bulan kerja di rumah atau work from home (WFH). Di masa ini, perusahaan yang mengandalkan akses terhadap file server secara tradisional mengalami kendala. Mau tidak mau, system kantor mengikuti new normal untuk mendukung remote working.

Hal tersebut disadari oleh Dan McNamara, Senior Vice President and General Manager, Server Business Unit, AMD. Menurutnya, saat ini ada banyak pimpinan yang membawahi teknologi informasi berada pada situasi sulit. “Karena semakin banyak karyawan dalam situasi ‘bekerja dari mana saja’, mereka harus memikirkan kembali operasi data center dan memindahkannya ke lingkungan yang lebih digital dan modern yang dapat memberikan keamanan, performa, dan keahlian yang diperlukan untuk mendukung bisnis mereka,” katanya pada rilis yang diterima 19 Oktober 2020.

Di Indonesia, setidaknya dua perusahaan bidang IT sejak pandemi memberlakukan WFH. Perusahaan tersebut adalah Redhat dan Logitech. Kabarnya, kedua perusahaan yang berkantor di lokasi strategis Jakarta itu baru akan buka kantor tahun depan.

Tentu, situasi ini tidak bisa dianggap remeh. Perusahaan harus tetap berjalan. Bahkan semestinya, perusahaan yang mampu menerapkan platform hybrid multi-cloud pada era new normal ini, maka perusahaan akan berjalan lebih cepat dan efisien.  

Untuk itu, AMD memperluas ekosistem cloud berbasis AMD EPYC dan solusi virtual dengan menggandeng Nutanix, Lenovo, dan mitra-mitra lainnya. Kerja sama ini menjawab kebutuhan pelanggan yang menginginkan nilai lebih untuk anggaran data center mereka. Dengan memilih prosesor AMD EPYC dan solusi hybrid dan multicloud Nutanix, pelanggan dapat mempercepat beban kerja, fitur keamanan tingkat lanjut, dan dukungan ekosistem yang luas dari ISV utama dan mitra OEM.   

“Ini tidak hanya akan membantu mereka dalam lingkungan ‘bekerja dari mana saja’, tetapi juga memungkinkan mereka untuk berkontribusi pada tujuan bisnis perusahaan mereka,” tambah McNamara.

Baca Juga: Tren WFH, Hitachi Vantara Tawarkan Solusi Percepat Transformasi Digital

Dalam kesempatan yang sama, Tarkan Maner, Chief Commercial Officer Nutanix, mengatakan bahwa pihaknya berupaya menyediakan solusi software dan hardware terbaik kepada pelanggan untuk membantu memodernisasi data center mereka. Ini adalah bagian dari strategi hybrid dan multi-cloud mereka.

“Software Nutanix, bersama dengan platform OEM dan prosesor AMD EPYC, memberikan performa, fleksibilitas, dan pilihan yang dibutuhkan pelanggan kami untuk mendukung database, analitik, ruang kerja digital, dan aplikasi bisnis penting lainnya. Kami sangat bersemangat untuk melanjutkan kolaborasi ini dengan AMD dan membantu pelanggan kami memodernisasi data center mereka,” tutur Maner.

Untuk informasi, Hybrid Cloud merupakan layanan cloud yang mengintegrasikan baik Private Cloud dan juga Public Cloud untuk menghadirkan fungsi yang beragam pada organisasi yang sama. Private Cloud sendiri adalah layanan cloud yang aman dimana hanya bisa diakses oleh satu organisasi dan melalui jaringan private. Biasanya yang menggunakannya adalah perusahan yang terkait dengan keamanan data tingkat tinggi seperti data nasabah, katu kredit, dan lainnya.

Sementara Public Cloud merupakan layanan cloud yang dapat diakses oleh banyak pengguna melalui jaringan publik. Public cloud ada yang gratis seperti Windows Live Mail, GoogleMail, Facebook, Twitter dan sebagainya. Ada juga yang berbayar, misalnya SalesForce, Office 365, Adobe Creative Cloud, Windows Azure, Amazon EC2, dan sebagainya.

Baca Juga: Konferensi Video Lebih Mudah Dengan Logitech Swytch

Ekosistem AMD EPYC yang Berkembang

Solusi yang menggunakan prosesor AMD EPYC ini sekarang tersedia secara luas. Pelanggan memiliki pilihan solusi saat memodernisasi data center mereka. Aleksandr Ragel, co-founder and Managing Partner, Diaway, mengaku pihaknya memilih prosesor AMD EPYC untuk menjalankan DIAWAY EDGEBOX karena telah memperluas cakrawala dari apa yang dapat dibangun untuk mendukung HCI dan penyimpanan yang ditentukan software. “Kami sangat senang untuk melanjutkan pekerjaan kami dengan AMD untuk memberikan solusi HCI yang fantastis berdasarkan EPYC.”

Hal senada juga diungkap Bart Willems, technology director, ATIPA Technologies. Menurutnya AMD EPYC memiliki jumlah core yang tinggi dan didukungan oleh PCIe 4. Hal ini memungkinkan ATIPA mengemas lebih banyak performa untuk lebih banyak mesin virtual dengan akses jaringan yang lebih cepat. Latensi penyimpanannya pun lebih rendah. “Prosesor AMD EPYC memungkinkan kami untuk menyebarkan server infrastruktur hyperconverged high-density dengan fleksibilitas yang belum pernah terjadi sebelumnya.”

AMD telah bekerja sama dengan OEM dan mitra penyedia software untuk menawarkan solusi dengan performa, skalabilitas, dan total cost of ownership (TCO). Solusi HCI ini meliputi: 

  • Dell Technologies
    • Dell EMC XC Core XC6515 –Dell EMC XC Core XC6515 adalah alat XC berbasis prosesor AMD EPYC dari Dell Technologies. Sepenuhnya memenuhi syarat oleh Nutanix, chassis soket tunggal 1U menyediakan hingga 64 core performa tinggi, PCIe® 4, dan performa untuk beban kerja VDI, database, dan ROBO. 
    • Dell EMC Solutions for Azure Stack HCI  – AX-6515 solution didukung oleh prosesor AMD EPYC Generasi Kedua dan memberikan keuntungan untuk memanfaatkan lingkungan virtualisasi Microsoft. 
  • HPE
    • HPE ProLiant DX325 & DX385 optimized with Nutanix software – Menggunakan prosesor AMD EPYC berdasarkan server HPE ProLiant, yang merupakan server paling standar industri di dunia, adalah pilihan lanjutan bagi pelanggan yang memilih software Nutanix dengan HPE. 
    • HPE ProLiant DL325 and DL385 Gen10 servers with HPE Nimble Storage dHCI – Menggunakan prosesor AMD EPYC Generasi Kedua, server ini dirancang untuk pengguna VDI, aplikasi bisnis penting, dan beban kerja campuran dengan pertumbuhan yang tidak dapat diprediksi.
    • HPE SimpliVity 325 Gen10 HCI –Solusi HCI terdepan di industri untuk perusahaan berdasarkan server HPE DL325 Gen 10 menggunakan software HPE SimpliVity HCI dan bertenaga prosesor AMD EPYC Generasi Kedua. Solusi ini menawarkan kepada pelanggan footprint 1U kecil, ketersediaan 2-node tinggi, yang menurunkan TCO dengan density VDI yang terdepan di industri.
  • Lenovo Data Center Group
    • Lenovo ThinkAgile HX berkolaborasi dengan Nutanix dan AMD, Lenovo baru-baru ini mengumumkan solusi Lenovo ThinkAgile HX HCI baru yang bertenaga prosesor AMD EPYC, memungkinkan pelanggan menjalankan beban kerja desktop virtual pada density yang lebih tinggi, dan mempertahankan performa yang konsisten (dalam form factor 1U yang sama), dengan hingga server 50% lebih sedikit. 
    • The Lenovo ThinkAgile HX 3000 Series appliance – Menampilkan prosesor AMD EPYC, tersedia dalam form factor 1U 1-node rack-dense dan mendukung memori tinggi dan core density, menjadikannya solusi yang baik untuk infrastruktur desktop virtual dan beban kerja virtualisasi umum. Featuring AMD EPYC processors, it is available in a rack-dense 1U 1-node form-factor and supports high memory and core density, making it a good solution for virtual desktop infrastructure and general virtualization workloads.

Dengan kesuksesan berkelanjutan dengan mitra industri seperti Dell Technologies, HPE, Lenovo, Microsoft dan Nutanix, AMD berkomitmen untuk terus memberikan solusi terbaik bagi mitra dan pelanggan. 

Facebooktwitterpinterestmailby feather
Agung Setiawan
Otak-atik, membaca, menulis dan membagikan seputar teknologi.
https://www.onetech.id

Leave a Reply

Top