You are here
Home > Gadgets > Dynabook Portégé X30L-G: Laptop Paling Ringan dengan Jeroan Nendang dari Intel Generasi 10

Dynabook Portégé X30L-G: Laptop Paling Ringan dengan Jeroan Nendang dari Intel Generasi 10

Facebooktwitterrssyoutubeby feather

Saat menarik Laptop Dynabook Portégé X30L-G dari kardusnya, saya langsung mencari baterai di sisi lain kardus. Namun tak ditemukan. Rasanya tak mungkin laptop bisa seringan ini, layaknya memegang dummy laptop saja.

Nyatanya, laptop yang dirancang untuk pebisnis ini, memang hanya punya bobot 870 gram. Tidak sampai 1 kg! Sangat mudah dibawa rapat dan bertemu klien, tanpa orang menyadari bahwa ada laptop di tas yang kita bawa.

Di jajaran laptop ultra tipis nan elit, Portégé X30L-G setidaknya langsung berhadapan dengan McBook Air tahun 2020 (13,3 inci dan 1,29 kg); HP Spectre x360 tahun 2019 (13,3 inci dan 1,32kg); DELL XPS 13 (13,3 inci dan 1,23kg); dan ASUS ZenBook Duo tahun 2019 (12,6 inci dan 1,5 kg). Jika kita lihat, memang layak kalau jebolan terbaru laptop yang dulu bernama Toshiba ini mendapatkan gelar laptop teringan.

Diluncurkan di CES 2020, Dynabook Portégé X30L-G menggendong prosesor Intel generasi 10 terbaru yang canggih untuk mendukung kinerja kita. Dengan demikian, produk ini menegaskan bahwa laptop enteng bukan berarti receh. Ringan boleh tapi jeroannya nendang banget.

Berkat teknologi terkini dari Intel ini, seyogyanya Portégé X30L-G mampu membaca hingga empat port Thunderbolt 3 dan terintegrasi dengan Wi-Fi 6 yang menjanjikan penggunaan internet yang lebih kencang. Sayangnya, laptop ini tidak menyediakan port Thunderbolt 3 yang mampu empat kali lebih banter dibandingkan dengan USB3.1.

Intel didampingi oleh berbagai pilihan penyimpanan SSD termasuk SATA, PCIe, dan juga didukung oleh teknologi Intel Optane. Juga sudah mengadopsi RAM DDR4 yang memungkinkan laptop ini dijadikan teman dalam berbisnis.

Baca Juga: Dynabook Indikasikan Pasar Laptop Di Indonesia Menggiurkan Dan Cocok Untuk WFH

Walau ringan dan tentunya berukuran kecil, tapi fisik laptop ini cukup menarik perhatian. Dengan ukuran 308.8mm x 211.6mm dan tebal 17.9mm, Portégé X30L-G tampil elegan dengan setiap sudutnya melengkung. Bukaan laptop ini juga terbilang lebar, karena bisa sampai 150 derajat. Enak juga dilihat dari samping. Apalagi di bagian engselnya ada aksen perak yang enak dipandang. Dari sisi desain, ada kesinambungan warna dengan logo Dynabook.

Saat digunakan, orang langsung melihat logo peran Dynabook yang tampak kontras dengan warna dominan laptop, Onyx Blue. Finishing warna cover sebenarnya sudah bagus dengan efek gliter yang tidak norak. Namun sayang, sentuhan mate terasa kurang menggigit karena setelah dipegang-pegang muncul jejak tangan yang membekas sehingga mengurangi eksklusifitas laptop ini. Solusinya ya gampang sih, tinggal dilap aja. Beres!

Dynabook tidak ingin laptop ringannya menjadi ringkih sehingga berpotensi menjadi bumerang di kemudian hari. Untuk itulah, Portégé X30L-G diajukan dan lulus tes MIL-STD 810G. Ini adalah standar yang ditetapkan militer AS untuk ketahanan suatu produk, yang di dalamnya mencakup tes terhadap tetesan, suhu, kelembaban, dan debu.

Berikutnya adalah bagian layar monitor berukuran 13 inchi. Secara umum, tidak ada yang istimewa dengan ukuran bezel. Letak kamera, logo, dan bezel nyaris sama dengan laptop yang sehari-hari saya pakai, HP Pavilion 14 yang speknya di bawah Portégé X30L-G. Saya sih berharapnya, laptop yang canggih ini bisa menambahkan penutup kamera dengan system geser, untuk menjaga privasi. Mengingat laptop ini diperuntukkan bagi pebisnis yang punya kemungkinan tinggi banyak melakukan meeting online. Takutnya ada yang gaptek atau terlalu sibuk sehingga lupa mengontrol perihal kecil.

Namun demikian, saat laptop dinyalakan barulah kita melihat diverensiasi Portégé X30L-G.  Panel monitornya tampak sangat terang dengan resolusi yang tinggi. Karena memakai panel IGZO (Indium Gallium Zinc Oxide), yakni material semikonduktor yang dapat digunakan untuk menggantikan material amorphous silicon sehingga memiliki kepadatan piksel lebih tinggi atau response time lebih cepat.

Untuk layar monitor laptop disebut IGZO-TFT yakni transistor film tipis IGZO (TFT) yang dikembangkan oleh grup Hideo Hosono di Institut Teknologi Tokyo dan Badan Sains dan Teknologi Jepang.  IGZO-TFT dan aplikasinya dipatenkan oleh JST dan telah dilisensikan ke Samsung Electronics (2011) dan Sharp (2012). Teknologi ini bisa ada di Dynabook Portégé X30L-G tentu tidak mengherankan, karena Dynabook Inc., berada di bawah naungan Sharp Corporation. Hasilnya, panel FHD beresolusi 1.920 x 1.080 Sharp-made punya kecerahan maksimum 470 nits, tidak memantulkan cahaya dengan layar matte.  Dynabook mengklaim bahwa lini bisnisnya akan tetap meneruskan tradisi untuk menjaga standar untuk inovasi, kualitas, dan keandalan yang telah dibangun selama lebih dari 30 tahun.

Lebih lanjut kita lihat papan ketik atau keyboard. Secara umum tampilannya sederhana dan rapi. Papan tuts simetris dan menyisakan tombol power bulat di pojok atas sebelah kanan. Ketika mulai mengetik, tuts empuk dan pegasnya bekerja dengan baik, tetapi bunyinya “cetak-cetak” agak keras. Uniknya, selama mengetik backlight akan hidup dengan sinar LED yang tidak menyilaukan. Nyaman di mata dan sangat membantu saat bekerja di ruang gelap. Dan secara otomatis mati ketika kita sekian detik tidak mengetik. 

Yang sedikit perlu penyesuaian adalah susunan tombol panah kanan dan kiri sejajar dengan tombol panah ke bawah. Hal ini agak merepotkan saat kita yang biasa menggunakan 4 tombol penunjuk arah ini saat main game. Tapi hanya butuh penyesuaian saja termasuk dalam hal mengetik cepat bagi mereka yang punya jari panjang atau besar. Maklum, ini laptop yang ringan dan kecil jadi ukuran tuts turut menyesuaikan. 

Salah satu fitur yang cukup penting dan turut menjadi pertimbangan saat memilih dan membeli laptop adalah kelengkapan port. Di sisi depan tidak ada konektor. Beralih ke kanan, kita akan menjumpai USB Type-A 3.2 Gen. 1 sebanyak 2 port, Ethernet RJ-45, dan Kensington Lock.  Sebelah kiri ada port adaptor AC untuk pengisian daya, USB Type-C 3.2 Gen 2, HDMI, jack headset 3,5 mm, dan pembaca MicroSD. Dan di sisi belakang tidak ada konektor.

Catatan khusus untuk pembaca kartu SD yang memaka sistem pegas. Tidak masalah sebenarnya, karena sebenarnya juga lebih nyaman menggunakan pegas. Namun, di Portégé X30L-G ini, kartu SD yang terpasang di port sejajar dengan body laptop. Dari segi kerapihan memang tidak dipungkiri, tetapi posisi yang demikian membuat kita susah untuk mengeluarkan kartu SD-nya.

Bagaimana dengan daya si imut ini? Kecil tetapi menggigit itulah yang bisa disematkan padanya berkat baterai Li-ion 4-sel yang mampu membuatnya hidup selama 9 jam 45 menit. Sistem pengisian daya juga Quick Charge, mampu menghasilkan 4 jam daya tahan baterai hanya dengan nyolok 30 menit saja.    

Dalam bisnis tentu faktor keamanan jadi prioritas. Untuk itu, Portégé X30L-G telah dilengkapi oleh otentifikasi biometrik yang mendukung pemindaian sidik jari dan wajah anda melalui fitur Windows Hello dan Intel Authenticate. Juga ada fitur keamanan lain, Trusted Platform Module 2.0 (TPM) dan Dynabook’s BIOS.

Sebagai catatan, Portégé X30L-G memang masuk dalam commercial notebook PC, namun demikian kita bisa membelinya untuk sendiri. Menurut Leong Chee Keong, Head of Sales, Asia Dynabook Singapore Pte. Ltd., yang berminat dengan unit ini bisa menghubungi salah satu corporate reseller Dynabook yakni PT. Aneka Infokom Tekindo.

Terkait dengan statusnya sebagai commercial notebook PC, masih dari Keong, maka kita bisa melakukan BTO (Built To Order). “Kami membuatnya sesuai dengan kebutuhan user. Kebetulan unit yang dipakai untuk product review ini tidak dilengkapi dengan IR camera, tetapi apabila ada user yang membutuhan IR camera ini, maka kami dapat melengkapinya,” ujarnya.

Dynabook juga menjual accessories lainnya seperti optical mouse, portable supermulti drive, cable lock, adapter, high speed port replicator (docking), carrying case, backpack dan privacy filter.

Dynabook Portégé X30L-G akan tersedia di Indonesia pada bulan Agustus 2020 dengan harga ritel mulai dari Rp26.999.000, sudah termasuk pajak.

Baca Juga: Samsung Siapkan Galaxy S21 Dan Produk Barunya Hadapi Pandemi 2021

Bagaimana dengan garansi yang ditawarkan? Sebagai laptop bisnis, maka Dynabook memberikan standarnya garansi 3-year carry-in International Limited Warranty dan 1-year battery. Jadi bisa saja kita melakukan klaim garansi walaupun sedang melakukan perjalanan bisnis di luar negeri. “User (juga) dapat membeli warranty extension sampai dengan 5 tahun, baik untuk carry-in maupun onsite service,” tambah Keong.

Untuk di Indonesia, Authorized Service Partner dari Dynabook adalah PT. Istidata Indopacific Solution Centre yang beralamat di Jl. Abdul Muis 36 G-H, Jakarta 10160. Telp: 021-384 8233, 385 0833.

Facebooktwitterpinterestmailby feather
Agung Setiawan
Otak-atik, membaca, menulis dan membagikan seputar teknologi.
https://www.onetech.id

Leave a Reply

Top