You are here
Home > Highlighted > Hadapi Covid-19, Qlue dan Juragan Aplikasi Lain Turun Gunung

Hadapi Covid-19, Qlue dan Juragan Aplikasi Lain Turun Gunung

Facebooktwitterrssyoutubeby feather

Jumlah kasus covid-19 semakin hari semakin mengkhawatirkan. Ada banyak upaya yang telah dilakukan Pemerintah untuk mencegah penyebaran virus dari Wuhan ini. Kali ini, peran teknologi mau tidak mau turun gunung untuk membantu.

Per hari ini, Jumat 27 Maret 2020 sudah ada 1.046 kasus orang terinfeksi virus corona alias covid-19 di Indonesia.  913 orang dirawat, 46 sembuh, dan 87 meninggal. Kasus tertinggi masih dipegang Jakarta dengan 598 kasus, lalu Jawa Barat 98 kasus, Banten 84 kasus, dan Jawa Timur 66 kasus.

Di tingkat global, covid-19 sudah berada di 199 negara, dengan jumlah orang terinfeksi 465.915 orang sedangkan mereka yang meninggal mencapai 21.031 orang.

Memerangi covid-19 tidak bisa dilakukan pemerintah sendiri. Oleh karena itu Qlue meluncurkan Indonesia Bergerak, sebuah platform pelaporan warga dan informasi lengkap seputar Covid-19 di Indonesia. Qlue adalah startup teknologi yang menghadirkan solusi kota pintar

Qlue tidak sendirian. Ada beberapa startup Indonesia lainnya di bawah MDI Ventures di belakang platform Indonesia Bergerak (https://indonesiabergerak.com/). Saat ini publik bisa mengakses platform itu, yang berbasis integrasi data, chatbot, dan pelaporan warga terkait perkembangan covid-19. Masyarakat dapat melaporkan terkait suspect covid-19, masih adanya kerumunan orang, dan informasi rumah sakit yang penuh melalui aplikasi QlueApp.

Baca Juga: Qlue Yang Ditinggal Oleh Jakarta, Kini Dapat Kucuran Dana Dan Dipakai Instansi Lain

“Dalam situasi seperti ini kita semua harus bersatu dan bahu membahu agar Indonesia dapat mengalahkan virus corona. Kami percaya, pandemi ini dapat dihentikan jika seluruh masyarakat bersatu untuk saling menjaga,” kata Rama Raditya, pendiri dan CEO QLue.

Selain Qlue, startup lain yang terlibat adalah kata.ai, qiscus, dan volantis. Mereka ini tergabung dalam wadah yang sama, yakni  MDI Ventures yang mendanai mereka. MDI Ventures sendiri adalah milik PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom), salah satu BUMN terkemuka yang dimiliki oleh Indonensia. Dalam satu kesempatan, CEO MDI Ventures, Nicko Widjaja mengatakan dalam berinvestasi pihaknya hanya masuk pada startup yang sudah matang. 

Kita ikut bangga, di tengah gejolak pandemic covid-19, bangsa kita mampu menunjukkan kegotongroyongannya. Inilah jati diri Indonesia. Di bidang teknologi pun kita mampu bicara. Sumber daya lokal ternyata mumpuni dan siap bergerak untuk membantu pemerintah dan masyarakat luas dalam menghadapi wabah covid-19.

Hal yang juga menarik, Indonesia Bergerak juga menggandeng pihak yang berkepentingan yakni Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang dipimpin oleh Letnan Jenderal TNI Doni Monardo. Doni yang juga Kepala BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana), tidak asing lagi untuk Qlue, karena tergabung dalam aplikasi QlueWork, yakni aplikasi manajemen tenaga kerja/ workforce management yang digunakan petugas lapangan untuk mengoordinasikan berbagai tugas secara efektif dan efisien.

“Peran startup karya anak bangsa seperti Qlue ini patut kita apresiasi sebagai wujud nyata peran sinergi antara BNPB dengan seluruh pihak untuk tetap fokus mengurangi dampak penyebaran covid-19,” ungkap Doni.

Tampilan Indonesia Bergerak untuk menghadapi covid-19 di Indonesia.

Dalam perkembangannya, beberapa aplikasi lain turut memberikan sumbangsihnya dalam memerangi covid-19. Belum lama ini, Grab Indonesia dan Good Doctor Technology Indonesia (GDTI) menandatangani perjanjian kerja sama dengan Kementerian Kesehatan untuk menghadirkan layanan khusus pemeriksaan (screening) awal Covid-19.

Sama halnya dengan Grab, Gojek dan Halodoc juga telah menandatangani perjanjian kerja sama dengan Kemenkes sebagai upaya meluncurkan layanan telekonsultasi yang menawarkan penggunanya periksa Covid-19 untuk melakukan self assessment risiko COVID-19, hingga konsultasi online dari 20.000 dokter berlisesnsi di Halodoc.

Lalu, Alodokter meluncurkan sebuah layanan digital yang mampu melakukan pengujian mandiri risiko tertular virus corona. Layanan digital ini berupa chatbot yang mampu melakukan interaksi cepat dalam menjawab pertanyaan seputar virus corona. Layanan ini dapat diakses disini: https://corona.alodokter.com/cek-risiko-tertular-virus-corona-gratis

SehatQ melalui Aliansi Telemedika Indonesia (Atensi) menjalin kerja sama dengan Kemenkes untuk menangani pandemi Covid-19. Dalam hal ini, SehatQ menyediakan fitur Cek Risiko Covid-19 sebagai tes mandiri melalui situsnya di sehatq.com, yang bisa diakses secara gratis. 

Kuncinya Ada di Generasi Milenial

Anak muda memegang peran penting dalam memerangi covid-19. Pertama, mereka punya daya tahan tubuh yang relatif baik, hal penting untuk menghadapi covid-19. Kedua, anak muda punya akses yang lebih baik ke penggunaan teknologi. Maka, inilah saatnya kaum muda yang menjadi mayoritas bangsa ini untuk bergerak membantu membendung sebaran covid-19.

Jangan sampai yang terjadi seperti yang dikatakan oleh Staf Khusus Milenial Presiden, Adamas Belva Syah Devara. “Generasi milenial, generasi penular terbesar,” kata Belva di Gedung BNPB, Jakarta, Senin (23/3/2020).

Tampilan Indonesia Bergerak untuk menghadapi covid-19 di Indonesia.

Mungkin orang muda tidak merasa sakit atau tidak ada gejala covid-19, tapi bukan berarti tidak ada virus corona. Itu terjadi karena yang bersangkutan punya daya tahan tubuh yang baik. Jika orang ini bertemu dengan orang yang tua atau kondisi tubuhnya turun, maka mereka akan terjangkit.

Maka sekali lagi ikuti saran pemerintah untuk diam di rumah. Kerja di rumah, belajar di rumah, dan beribadah di rumah. “Saya di sini untuk menyadarkan anak muda, supaya lebih aware karena kita kunci juga untuk menghentikan penyebaran virus ini,” tegas Belva yang juga adalah pendiri Ruang Guru.

Facebooktwitterpinterestmailby feather
Agung Setiawan
Otak-atik, membaca, menulis dan membagikan seputar teknologi.
https://www.onetech.id

Leave a Reply

Top