You are here
Home > Highlighted > Korsel Buat RUU Industri Semikonduktor untuk Pertahankan Posisi 1 & 2 Dunia

Korsel Buat RUU Industri Semikonduktor untuk Pertahankan Posisi 1 & 2 Dunia

Facebooktwitterrssyoutubeby feather

Dunia sedang mengalami krisis ketersedian chip. Tidak hanya mengganggu produksi telepon genggam, tetapi mulai meluas ke industri mobil hingga televisi. Korea Selatan menanggapi situasi ini dengan menggenjot produksi lokal melalui RUU Industri Semikonduktor.

Ada banyak alasan di balik krisis ini. Menurut Neil Mawston, seorang analis di Strategy Analytics, kepada Bloomberg dia mengatakan bahwa penyebab kelangkaan chip adalah dampak dari pandemi COVID-19 yang membuat jaga jarak serta sosial di pabrik. Juga karena meningkatnya persaingan dari tablet, laptop, dan mobil listrik di antara para produsen.

Pihak lain menyoroti sanksi AS khususnya di era Presiden Donald Trump. Salah satu Chairman Huawei Eric Xu di CNBC Indonesia, mengatakan sanksi AS kepada Huawei Technologies sebagai penyebab kurangnya pasokan chip global yang terjadi saat ini. Hl ini mengganggu hubungan terpercaya dalam industri semikonduktor.

Baca Juga: SK Telecom Korea Buat Chip AI Yang Ancam Keberadaan GPU

AS dan Tiongkok masing-masing melakukan konsolidasi internal untuk memperbaiki rantai pasok industri teknologi mereka. Khusus AS, mereka mengeluarkan kebijakan “the Chips for America Act” guna menggenjot produksi chip di dalam negeri.

Melihat kondisi ini, Korea Selatan tidak tinggal diam. Sebagai produsen chip terbesar pertama dan kedua, mereka merancang RUU Industri Semikonduktor. Nantinya, RUU ini memberikan ruang yang lebih besar supaya pemain UKM semikonduktur bisa maju. Caranya adalah memberikan kredit pajak untuk investasi penelitian dan pengembangan (R&D) terkait chip.

“Sektor semikonduktor adalah industri strategis nasional inti bangsa kita, yang menjadi tumpuan perekonomian kita saat ini dan masa depan. Kami harus terus memimpin rantai pasokan semikonduktor global,” kata Presiden Korea Selatan Moon Jae-in dalam pertemuan hari Kamis, 15 April 2021 dengan perwakilan industri besar, termasuk semikonduktor.

Saat ini, Korea memberikan kredit pajak untuk R&D umum atau R&D di area tertentu yang diidentifikasi sebagai pertumbuhan baru dan teknologi inti. Untuk perusahaan besar, kredit pajak R&D umum adalah 0 hingga 2 persen, sedangkan tarif untuk pertumbuhan baru dan teknologi inti R&D adalah 20 hingga 30 persen. Berdasarkan aturan tersebut, Samsung Electronics dan SK hynix hanya berhak atas keuntungan pajak 0-2 persen atas investasi mereka dalam desain chip memori dan teknologi manufaktur.

Samsung Electronics dan SK hynix merupakan produsen asal Korea Selatan yang menjadi pemain terbesar pertama dan kedua di industri chip global. Maka tidak mengherankan, industri ini menyumbang  seperlima dari total ekspor Korea Selatan.

Mengingat industri ini semakin strategis, maka dikutip dari The Korea Herald, Hong Nam-ki, wakil perdana menteri ekonomi, mengatakan pemerintah akan mengubah aturan kredit pajak supaya pemain besar chip mendapat keringanan pajak 20-30 persen yang lebih tinggi. Lalu untuk perusahaan kecil akan mendapat 40 persen tarif kredit pajak.

Selain kredit pajak, pejabat terkait juga memasukkan poin pembebasan pajak perusahaan untuk pemain industri chip dan langkah-langkah untuk mengatasi kekurangan SDM, di dalam RUU Industri Semikonduktor.

Baca Juga: Logitech Daur Ulang Plastik Dari Produknya Yang Dibuang

Suara Perwakilan Asosiasi

Pada kesempatan terpisah, Lee Chang-han, wakil ketua Asosiasi Industri Semikonduktor Korea mengatakan bahwa Korea memang membutuhkan rencana di tingkat nasional untuk secara aktif melindungi industri mereka sendiri. “Pemerintah harus mencari langkah konkrit untuk memperkuat ekosistem industri kali ini dengan merumuskan kebijakan efektif yang menguntungkan berbagai segmen industri, mulai dari material, peralatan hingga desain chip,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menurutkan bahwa hingga saat ini, kebijakan pemerintah Korea lebih berfokus pada perusahaan kecil terkait chip daripada pada pembuat chip besar seperti Samsung dan SK hynix. Asosiasi juga mendesak pemerintah untuk memberikan persetujuan administratif, pasokan listrik dan air, serta pengoperasian limbah industri.

Ini juga menyoroti kebutuhan mendesak untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja di sektor ini di seluruh negeri. Universitas di wilayah metropolitan Seoul telah diminta untuk mendirikan departemen semikonduktor untuk meningkatkan jumlah pekerja potensial untuk industri tersebut. Asosiasi mengatakan tenaga kerja saat ini hanya mencapai seperlima dari kebutuhan sebenarnya.

Foto: The Korea Herald

Facebooktwitterpinterestmailby feather
Agung Setiawan
Otak-atik, membaca, menulis dan membagikan seputar teknologi.
https://www.onetech.id

Leave a Reply

Top