You are here
Home > Featured > Logitech Daur Ulang Plastik Dari Produknya yang Dibuang

Logitech Daur Ulang Plastik Dari Produknya yang Dibuang

Facebooktwitterrssyoutubeby feather

Logitech internasional memutuskan untuk mengolah limbah plastik yang dihasilkan dari produknya setelah masa pakainya berakhir, atau dibuang oleh konsumennya (post-consumer recycled). Sebuah keputusan berani di tengah ancaman limbah plastik yang sudah merusak masa depan bumi.

Langkah Logitech ini dibarengi dengan kesadaran bahwa salah satu bahan yang paling banyak digunakan di Logitech adalah plastik. Maka mereka berinvestasi dalam ekonomi sirkular dengan mendaur ulang dan menggunakan kembali post-consumer recycled.

Baca Juga: Hiiii…Keyboard Lebih Jorok Ketimbang Dudukan Kloset!

“Kami sedang dalam langkah merancang produk untuk masa depan. Prioritas kami adalah dapat memberikan dampak signifikan dan jangka panjang untuk mengurangi karbon, dengan cara menerapkan desain untuk prinsip keberlanjutan di seluruh proses pengembangan produk,” kata Prakash Arunkundrum, Global Head of Operations and Sustainability di Logitech, sebagaimana dalam rilis yang diterima Jumat, 13 November 2020.

Logitech Sustainable Design Principle

Plastik bukanlah ancaman biasa bagi keberlanjutan planet kita tercinta ini. Menurut catatan BBC News, Jumat, 24 Juli 2020, jika tidak ada upaya signifikan maka pada 2040 bumi akan dibanjiri sampah plastik sebanyak 1,3 miliar ton. Angka ini merupakan hasil kajian yang disusun Dr Costas Velis dari Universitas Leeds.  

“Sulit menggambarkan jumlah sedemikian banyak, namun jika Anda bisa membayangkan semua plastik itu diletakkan pada permukaan datar, sampah tersebut akan menutupi 1,5 kali wilayah seluas Inggris,” paparnya.

Kalau kita kerucutkan lagi dalam konteks limbah produk Logitech, maka baik kita melihat data Global E-waste Statistics Partnership (GESP). Menurutnya, jumlah limbah elektronik selama 2019 lalu mencapai 53,6 juta ton. Jika dibagi dengan jumlah penduduk di bumi, maka setiap orang menghasilkan limbah elektronik sebanyak 7,3kg. Hanya 17% dari total limbah elektronik itu yang berhasil didaur ulang.

Logitech Product Using PCR

Mari persempit sampah di DKI Jakarta. Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Andono Warih dalam keterangan tertulis, Rabu, 18 November 2020, pihaknya mengangkut 22.000 kg limbah elektronik. Sampah dari periode Januari sampai Oktober 2020 itu, akan coba dikerjasamakan dengan pihak ketiga yang memiliki izin dari Kementerian LHK untuk diolah.

Lebih lanjut, sejak peluncuran program pemakaian plastik daur ulang, Logitech akan mengirimkan lebih dari 50 juta perangkat yang dibuat dengan plastik daur ulang pada akhir tahun depan. Pada akhir tahun 2021, lebih dari 50% mouse dan keyboard dalam portofolio produk terbesar Logitech akan menggunakan plastik daur ulang. Artinya, kebijakan ini akan menghilangkan sekitar 7.100 ton limbah plastik murni dan 11.000 ton karbon per tahun.

Beberapa produk yang mengandung plastik post-consumer recycled adalah keyboard Logitech K120 dan K400 PLUS yang terlaris. Ada webcam C930e. Kemudian, mouse M100R dan M190, serta UE HYPERBOOM. Produk terbaru Logitech yang dibuat dengan plastik post-consumer recycled adalah mouse ERGO M575, dengan warna hitam, graphite, dan off-white.

Dimulai dengan ERGO M575, setiap produk yang mengandung plastik post-consumer recycled akan divalidasi oleh pihak ketiga yang independent. Hasilnya, secara transparan ditampilkan di situs web resmi perusahaan.

Persentase plastik daur ulang di setiap produk akan berbeda-beda tergantung pada jenis, warna dan bahan penyusun suatu produk. Persentase komponen plastik produk yang terbuat dari plastik daur ulang pasca-konsumen saat ini berkisar dari 80% kandungan plastik daur ulang hingga tidak kurang dari 20% untuk produk yang berwarna lebih terang yang secara teknis lebih rumit. Target dari Logitech adalah terus memaksimalkan persentase kandungan plastik daur ulang di setiap produk.

“Kami mengucapkan selamat atas komitmen Logitech terhadap transparansi dan sertifikasi pihak ketiga dari plastik post-consumer recycled,” kata Nicole Muñoz, selaku Vice President of Environmental Certification Services di SCS Global Services.

Logitech Sustainable Design Principle
Facebooktwitterpinterestmailby feather
Agung Setiawan
Otak-atik, membaca, menulis dan membagikan seputar teknologi.
https://www.onetech.id

Leave a Reply

Top