You are here
Home > Highlighted > Mari Awasi Pilkada Menggunakan Aplikasi Qlue

Mari Awasi Pilkada Menggunakan Aplikasi Qlue

Facebooktwitterrssyoutubeby feather

Pilkada akan dimulai 9 Desember 2020. Untuk mengawal pesta demokrasi di tengah pandemi ini, aplikasi Qlue melakukan kolaborasi dengan Pilkada Watch. Harapannya, Pilkada dapat berlangsung aman, bersih, dan tetap sehat.

Rama Raditya, Founder dan CEO Qlue, menyebut kolaborasi ini tidak bisa dihindarkan. Pandemi Covid-19 memaksa kita semua untuk beradaptasi dengan menerapkan teknologi. Termasuk dalam pelaksanaan Pilkada yang akan berlangsung di 270 daerah dan melibatkan sekitar 105 juta pemilih.

Teknologi memungkinkan pelaksanaan Pilkada dapat berjalan dengan semestinya di tengah upaya tetap menjaga jarak dan setia pada protokol Kesehatan. Qlue dan Pilkada Watch menyediakan platform pelaporan bagi relawannya dan masyarakat umum untuk melaporkan dugaan pelanggaran yang terjadi saat penyelenggaraan Pilkada tahun ini.

Hal tersebut bisa terwujud karena teknologi AI dan IoT dari Qlue diformuliasikan dengan informasi dan data akurat yang terintegrasi. Diharapkan dari sana muncul koordinasi, komunikasi, dan pengawasan terpadu sehingga pelaksanaan Pilkada bisa berlangsung secara aman, bersih, dan sehat.  

Harapan ini mulai menunjukkan hasil, sambung Rama, ketika kanal dibuka pada bulan Agustus 2020, QlueApp sudah menerima ratusan laporan terkait dugaan pelanggaran PiIkada. Ini menunjukkan keinginan yang besar dari masyarakat untuk mewujudkan Pilkada berjalan sukses.

“Laporan didominasi oleh dugaan pelanggaran administrasi Pilkada sebesar 40%, dugaan pelanggaran kode etik sebesar 28%, dan kerumunan warga sebesar 20%. Laporan tersebut akan terdata pada dashboard Pilkada Watch, yang selanjutnya dikirimkan ke instansi terkait untuk diselidiki lebih lanjut,” tutur Rama dalam webinar QlueTalk bertajuk “Pilkada Aman dan Bersih: Indonesia Maju!”Senin, 9 September 2020.

Melalui kolaborasi ini, QlueApp akan menjadi medium utama yang dapat digunakan oleh relawan Pilkada Watch dan masyarakat umum untuk melaporkan apabila terjadi pelanggaran Pilkada seperti administrasi pemilu, tindak pidana pemilu, dan kode etik pemilu.

Selain itu, agar terwujud Pilkada yang sehat di tengah pandemi, relawan dan masyarakat juga bisa melaporkan apabila terjadi pelanggaran protokol kesehatan COVID-19 di tengah penyelenggaraan Pilkada. Semua ini bisa mulai dilakukan mulai dari masa kampanye hingga pelaksanaannya Pilkada.

Baca Juga: Tren WFH, Hitachi Vantara Tawarkan Solusi Percepat Transformasi Digital

Di kesempatan yang sama, Direktur Eksekutif Pilkada Watch Wahyu A. Permana mengatakan, pihaknya memiliki 300 relawan Pilkada Watch di 177 daerah. Menurutnya, QlueApp sangat membantu para relawannya untuk melaporkan berbagai dugaan pelanggaran dan kecurangan Pilkada secara real-time.

“Selain itu, melalui QlueApp relawan kami dapat pula melaporkan pelanggaran protokol kesehatan Covid-19 saat penyelenggaraan Pilkada. Ini penting sekali karena kegiatan pengumpulan massa selama kampanye bisa menjadi klaster baru penyebaran COVID-19,” ungkap Permana.

Ia pun berharap, hasil dari kolaborasi ini nantinya bisa ditindaklanjuti oleh penyelenggara Pilkada seperti Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD). Laporan yang dikirimkan dapat  diproses sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku. 

Dari sisi pemerintah, meski digelar di tengah pandemi, diharapkan partisipasi publik dalam Pilkada nanti naik menjadi 77,5%, dibanding tahun 2018 yakni 73,24%.  Karena dalam pelaksanaannya, Pilkada tahun ini berjalan dengan protokol Kesehatan yang ketat. “Terkait dengan masa pandemi, pemerintah juga ingin menjadikan Pilkada sebagai ajang adu gagasan paslon mengenai penanganan Covid terkait solusi akan dampak sosial dan ekonominya,” kata Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Muhammad Hudori, selaku pembuka webinar.

Facebooktwitterpinterestmailby feather
Agung Setiawan
Otak-atik, membaca, menulis dan membagikan seputar teknologi.
https://www.onetech.id

Leave a Reply

Top