You are here
Home > Highlighted > Pasar Smart City Mencapai USD820 Miliar, Qlue Siap Masuk Jepang

Pasar Smart City Mencapai USD820 Miliar, Qlue Siap Masuk Jepang

Facebooktwitterrssyoutubeby feather

Tidak semua bisnis runtuh saat pandemi Covid-19. Perusahaan rintisan Qlue menjadi salah satunya yang justru mengalami pertumbuhan mencapai 70 persen di tahun 2020.

“Pertumbuhan ini akan kami jadikan modal utama untuk terus menyongsong masa depan yang lebih cerah untuk Indonesia,” kata Rama Raditya, Founder dan CEO Qlue saat jumpa pers virtual 5th Anniversary Qlue di Jakarta, Rabu, 31 Maret 2021.

Menurutnya, meningkatnya usaha yang didirikannya 5 tahun silan itu tak lepas dari integrasi solusi smart city dengan kebutuhan di masa pandemi yang memaksa orang untuk saling menjaga jarak. Dengan teknologi, kita yang berjaga jarak tetap bisa terhubung dan produktif. Itulah mengapa, bisnis ini bisa membantu berputarnya roda perekonomian secara nasional.

Baca Juga: Mari Awasi Pilkada Menggunakan Aplikasi Qlue 

“Hal ini yang mendorong kami untuk berinovasi dan semakin bekerja keras untuk memberikan dampak positif yang besar kepada Indonesia,” tambah Rama. 

Di kesempatan yang sama, Co-founder dan CTO Qlue Andre Hutagalung menyampaikan salah satu inovasi mereka di tengah pandemi adalah QlueThermal. Produk ini menjadi solusi untuk mendeteksi suhu tubuh dan masker secara otomatis, terintegrasi dengan sistem absensi, akses kontrol, dan RFID. Qlue juga membuat 6 kategori laporan baru terkait COVID-19 dan menjadi mitra strategis Pilkada Watch.

Terkait pasar, President Qlue Maya Arvini memaparkan pemanfaatan solusi Qlue saat ini masih didominasi oleh klien sektor publik seperti BUMN dan pemerintah daerah sebesar 70 persen. Sisanya merupakan sektor swasta. Total ada lebih dari 133 klien yang ditangani Qlue.

Bidang yang menjadi pasar Qlue antara lain perumahan, rumah sakit, retail perbankan, perhotelan, industri hiburan sampai ke instansi pemerintah di level pusat dan daerah. “Kesuksesan penetrasi pasar ini juga merupakan hasil kolaborasi yang dilakukan Qlue strategic partner yang sepanjang tahun 2020 meningkat 20 persen,” tuturnya.

Baca Juga: Hadapi Covid-19, Qlue Dan Juragan Aplikasi Lain Turun Gunung

Ke depan, pasar smart city masih sangat besar. Menurut Rama, potensinya secara global pada tahun 2025 diprediksi bisa mencapai USD820 miliar dengan pertumbuhannya 14,8 persen per tahun. Untuk itu, Qlue akan masuk ke pasar negara maju, seperti Jepang.

“Kami berharap Qlue bisa menginspirasi startup lokal untuk menjadi pemain global demi membawa Indonesia ke panggung dunia,” Rama berharap.

Foto: Andre Hutagalung, Co-Founder – CTO Qlue (kiri), tengah menjelaskan inovasi Qlue di masa depan kepada Rama Raditya, Founder – CEO Qlue (tengah) dan Maya Arvini, CCO – COO Qlue, saat jumpa pers virtual 5th Anniversary Qlue di Jakarta, Rabu, 31 Maret 2021.

Facebooktwitterpinterestmailby feather
Agung Setiawan
Otak-atik, membaca, menulis dan membagikan seputar teknologi.
https://www.onetech.id

Leave a Reply

Top