You are here
Home > Editor Picks > Podcast Video Lahir, Akankah Ada Cita-cita Menjadi Podcaster?

Podcast Video Lahir, Akankah Ada Cita-cita Menjadi Podcaster?

podcast
Facebooktwitterrssyoutubeby feather

Persaingan Youtube dan Spotify semakin terlihat jelas. Gerah dominasinya terusik, November 2019 lalu Youtube meluncurkan layanan streaming Youtube Music. Kini giliran Spotify yang dikenal dengan streaming audionya, hari ini melepas fitur podcast video.

Tampaknya Spotify tidak rela jika podcaster-nya nyambi di lapak Youtube. Mereka punya basis pendengar di Spotify tetapi menampilkan videonya di Youtube sembari menjaring Google AdSense. Untuk itu, dengan layanan baru ini podcaster dapat menampilkan audio dan videonya dalam satu platform.

Apakah ini juga berarti Spotify akan membidik layanan video sebagai tambang iklan barunya? Walau dalam hal ini pihak Spotify, sebagaimana diungkap dalam techcrunch.com, menolak menanggapi, tetapi isu monestasi akan berbau harum jika benar-benar ingin “mengikat” podcaster-nya.

Layanan video podcast bisa dinikmati baik bagi pengguna gratis maupun berbayar, juga bisa di versi mobile atau desktop. Namun demikian, karena ini baru tahap awal maka hanya beberapa podcaster saja yang bisa memanfaatkannya.

Baca Juga: Zoom Jadi Bukti Kita Punya Kecerdasan AQ Selain IQ Dan EQ

Sebut saja mereka adalah Book of Basketball 2.0, Fantasy Footballers, The Misfits Podcast, H3 Podcast, The Morning Toast, Higher Learning with Van Lathan & Rachel Lindsay, dan The Rooster Teeth Podcast. Juga ada The Ringer podcaster olah raga, Warner Bros yang fokus pada topik superhero DC, juga menggaet Kim Kardashian West dan bintang TikTok Addison Rae.

Ke depan, layanan baru perusahaan yang berpusat di Swedia ini terbilang cerah. Salah satu keunggulan Spotify adalah kita dapat menikmati podcast yang bergerak mulus antara versi audio dan video. Jika saat bersamaan kita terpaksa melakukan multitasking, konten audio tidak akan berhenti berputar. Bahkan saat smartphone kita lockscreen! Pengalaman ini bisa dirasakan baik pengguna berbayar maupun gratis.

Menjadi keunggulan karena Youtube tidak bisa. Kecuali bagi pegguna premium atau berbayar. Jika penggunanya tidak berbayar maka layanan akan berhenti sesaat kita berpindah layar.

Mari kita lihat bagaimana pasar merespon Podcast Video ini. Tentu apapun hasilnya, kaum milenial tentu tertarik dengan berita ini. Peluang pekerjaan di masa depan akan semakin punya banyak pilihan. Sekarang kita dengar cita-cita ingin menjadi Youtuber, mungkin setelah hari ini aka nada anak menggantungkan mimpinya menjadi Podcaster! Who knows!?

Facebooktwitterpinterestmailby feather
Agung Setiawan
Otak-atik, membaca, menulis dan membagikan seputar teknologi.
https://www.onetech.id

Leave a Reply

Top