You are here
Home > Highlighted > Samsung SDI Siap Produksi Baterai Baru untuk Pasar Mobil Listrik Eropa

Samsung SDI Siap Produksi Baterai Baru untuk Pasar Mobil Listrik Eropa

Facebooktwitterrssyoutubeby feather

Presiden dan CEO Samsung SDI Jun Young-hyun diyakini bakal pergi ke Hongaria pada Juni 2021. Kunjungan yang pertama ke luar negeri sejak pandemic Covid-19 ini digunakan Jun untuk melihat pembangunan pabrik baterai kendaraan listrik yang kedua. 

Hal ini diungkap pada Minggu, 16 Mei 2021. Dikutip dari The Korea Herald, Jun diagendakan untuk melakukan pemeriksaan akhir di pabriknya di Kota Goed, Hongaria utara. Pabrik kedua ini akan mulai memproduksi baterai jenis baru mulai paruh kedua tahun 2021.

“(Baterai baru yang dinamai) baterai Gen5 NCA itu mengandung 88 persen nikel. Baterai ini akan memberikan jarak mengemudi yang lebih jauh,” menurut sumber Samsung SDI.

Baca Juga: Korsel Buat RUU Industri Semikonduktor Untuk Pertahankan Posisi 1 & 2 Dunia

Langkah strategis perusahaan ini terbilang mengikuti pasar mobil listrik yang tengah melesat di Eropa. Sepanjang 2020, sebagai rilis yang dikeluarkan European Automobile Manufacturers Association (ACEA), penjualan mobil listrik dan plug-in hybrid (PHEV) di Uni Eropa telah melonjak hingga tiga kali lipat, menjadi 1,046 juta unit. Padahal, di tahun pandemi tersebut, pasar mobil secara keseluruhan turun hampir 24 persen menjadi 9,9 juta unit.

Sebelumnya, perusahaan yang berbasis di Yongin, Provinsi Gyeonggi, Korea itu, menginvestasikan ₩1 triliun atau sekitar Rp12,6 triliun untuk ekspansi bisnis ke Hongaria. Termasuk di dalamnya adalah pembangunan pabrik baterai yang kedua di negara itu.

Selama ini, kapasitas produksi tahunan pabrik yang pertama sekitar 30 gigawatt-jam. Sedangkan untuk pabrik kedua, Samsung SDI akan meningkatkan kapasitas menjadi lebih dari 40 gigawatt-jam.

Divisi energi Samsung SDI, yang menjalankan bisnis baterai EV, mencatat rekor pendapatan kuartal pertama 2021 sebesar ₩2,96 triliun atau sekitar Rp37,3 triliun, meningkat 23,59 persen dibandingkan periode sebelumnya. Sementara laba operasinya melonjak 146,74 persen menjadi ₩133,2 miliar atau sekitar Rp1,7 triliun pada periode yang sama.  

Foto: Michael Fousert (Unsplash)

Facebooktwitterpinterestmailby feather
Agung Setiawan
Otak-atik, membaca, menulis dan membagikan seputar teknologi.
https://www.onetech.id

Leave a Reply

Top