You are here
Home > Gadgets > Tinggakan Intel, Apple Pakai Prosesor Sendiri di Produk Baru Laptopnya

Tinggakan Intel, Apple Pakai Prosesor Sendiri di Produk Baru Laptopnya

Facebooktwitterrssyoutubeby feather

Apple secara resmi meninggalkan Intel dan memutuskan untuk menggunakan prosesor besutan sendiri untuk produk terbaru MacBook Air, MacBook Pro, dan Mac mini. Ketiga senjata baru Apple itu ditenagai ARM berbasis M1 untuk memulai transisi dari prosesor Intel.

Uniknya, ini bukan kali pertama Apple melakukan transisi. Perusahaan yang kini dipimpin CEO Tim Cook itu menyematkan prosesor Motorola di perangkat Macbooknya. Namun di tahun 1990an, Motorola ditendang untuk memberi tempat bagi PowerPC. Namun apa daya, di tahun 2005, hal senasip dialami PowerPc setelah kedatangan Intel. Perangkat Mac berbasis Intel pertama kali diluncurkan di pasar pada Januari 2006.

Di pertengahan tahun ini, Apple mengumumkan ketidaknyamanannya dengan Intel. Mereka menginginkan perangkat Macbook bisa terintegrasi dengan mudah dengan perangkat lain yang sudah menggunakan prosesor berbasis ARM.

Arsitektur ARM (Advanced RISC Machine) merupakan arsitektur prosesor 32-bit RISC yang dikembangkan oleh ARM Limited.  Dari dulu prosesor ARM dipakai oleh sebagian besar prosesor untuk perangkat mobile, yang di tahun 2007 saja mencapai 98%. Karena daya yang dihasilkannya sangat rendah, yang juga berimplikasi pada harga yang ramah kantong.

Baca Juga: 5 Laptop AMD Yang Siap Ngedate Sama Kamu Di 2020

Di perangkat mobile, Apple sudah lama menggunakan arsitektur ARM terutama SoC A series. Chipset inilah yang jadi otak dibalik perangkat mobile dari Apple seperti iPhone, iPad, iPod touch setelah era PoP. Bahkan, Apple A series kemudian jadi dapur pacu yang digunakan di perangkat Apple TV. SoC A series hadir prosesor berbasis ARM (CPU), unit pemrosesan grafis (GPU), memori cache dan komponen elektronik lainnya.

ARM juga hadir di inti prosesor seperti Snapdragon dari Qualcomm, Exynos dari Samsung, Kirin dari Huawei, Surge dari Xiaomi, dan masih banyak lagi. Mereka yang membeli lisensi ARM meliputi Alcatel, LG, Marvell Technology Group, NEC, NVIDIA, NXP Semiconductors, Sharp, Yamah, ZiiLABS, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Tampaknya dengan menggunakan ARM, Apple ingin terus menjadi yang terdepan di dunia komputer. Bagaimana tidak, M1 yang mirip dengan A14 yang digunakan di iPhone 12 dan iPad Air terbaru, itu menjanjikan performa yang diklaim Apple tercepat di industri ini. Tak heran, The Guardian mencatat M1 merupakan chip octa-core yang menjadikannya prosesor desktop pertama yang dibangun pada skala 5nm dan memiliki empat core berperforma tinggi dan hemat energi.

“Peluncuran tiga Mac baru dengan chip M1 merupakan terobosan dan menandai hari yang benar-benar bersejarah bagi Mac dan Apple. M1 sejauh ini merupakan chip paling kuat yang pernah kami buat. Dengan dikombinasikan dengan Big Sur, memberikan kinerja yang luar biasa, masa pakai baterai yang luar biasa, dan akses ke lebih banyak perangkat lunak dan aplikasi daripada sebelumnya. Kami tidak sabar menunggu pelanggan merasakan Mac generasi baru ini, dan kami yakin ini akan membantu mereka untuk terus mengubah dunia,” kata Tim Cook, CEO Apple, di website Apple.com., 10 November 2020.

Cook mengklaim M1 bersama dengan macOS Big Sur, produk terbarunya menghadirkan CPU hingga 3,5x lebih cepat, GPU hingga 6x lebih cepat, kemampuan pembelajaran mesin (ML) hingga 15x lebih cepat, dan masa pakai baterai hingga 2x lebih lama dari sebelumnya. Apakah ini ingin menyindir bahwa Intel benar-benar sudah tertinggal jauh?

CNBC pada 11 November 2020, mensinyalir Intel sedang terpuruk dari segi teknologi fabrikasi chip. Produk andalan Intel saat ini adalah chip prosesor Intel Core generasi ke-10 (ice lake) yang dibuat dengan fabrikasi 10 nanometer (nm). Apple gak puas dan memilih memakai chip besutan TSMC yang membuat Apple Bionic A-series dengan teknologi fabrikasi 5 nm.

 3 Produk Mac

With M1, MacBook Air users can fly through projects in iMovie, exporting projects up to 3x faster. (Foto: Apple)

MacBook Air-M1 2020, MacBook Pro 13 inci -M1 2020, Mac Mini resmi meluncur di dalam acara yang bertajuk Apple Events, Rabu, 11 November 2020. Dari sisi desain, MacBook Air mirip dengan generasi sebelumnya. Perbedaan menonjol di sisi ini adalah tidak ada kipas angin.  Sehingga kita bekerja tanpa menimbulkan suara berisik.

MacBook Air dengan 13,3 inchi punya webcam lebih berkualitas, panel Retina Display beresolusi 2.560 x 1.600 piksel dan daya tahan baterai yang luar biasa. Apple mengklaim baterai  bisa dipakai hingga 18 jam, yang mana pengguna MacBook Air dapat menonton lebih banyak lagi film dan acara TV favorit mereka dengan sekali pengisian daya.

Chip M1 yang tertanam didalamnya memiliki masing-masing delapan inti CPU dan GPU. Dipadu dengan penyimpanan RAM 8 GB dan storage 256 GB/512 GB. Model di atasnya memiliki opsi kombinasi penyimpanan 16 GB/2 TB.

Laptop ini juga didukung koneksivitas Wi-Fi 6 yang menghadirkan kinerja nirkabel lebih cepat, sementara dua port Thunderbolt dengan dukungan USB 4 memungkinkan konektivitas ke berbagai periferal. Ada pula Bluetooth 5.0, Touch ID, dan juga headphone jack. MacBook Air dijual dengan harga USD999 atau sekitar Rp 14 juta.

With the amazing performance of the M1 chip’s Neural Engine, users can perform machine learning tasks up to 11x faster than before. (Foto: Apple)

Berikutnya MacBook Pro 13 inci -M1 2020 yang desainnya identik dengan MacBook Air tetapi dilengkapi kipas angin. Dengan chip M1 dan Big Sur, MacBook Pro 13 inci menjadi lebih bertenaga dan bahkan lebih profesional. CPU 8-inti, saat dipasangkan dengan sistem pendingin aktif MacBook Pro, menjadi 2,8x lebih cepat dari generasi sebelumnya. Bahkan kita seolah-olah sedang bermain-main saat menyusun kode, mentranskode video, mengedit foto resolusi tinggi, atau kegiatan berat lainnya.

MacBook Pro 13 inci memiliki webcam yang telah ditingkatkan, disertai mikrofon berkualitas studio untuk perekaman dan panggilan yang sangat jernih. ISP kamera terbaru Apple dalam chip M1 memungkinkan gambar yang lebih tajam dan detail saat kita melakukan video call atau meeting online.

MacBook Pro baru juga menghadirkan keamanan terbaik di kelasnya dengan Secure Enclave di M1 dan Touch ID. Dan dilengkapi dua port Thunderbolt dengan dukungan USB 4 untuk terhubung ke lebih banyak periferal dari sebelumnya, termasuk Pro Display XDR Apple dalam resolusi 6K penuh.

Apple juga menanamkan baterai 58,2 watt-hour yang disebut lebih awet dan bisa bertahan hingga 17 jam untuk melakukan browsing atau 20 jam untuk memutar video.

Tersedia opsi memori RAM 8GB dan 16 GB, serta SSD 256 GB hingga 2TB. MacBook Pro dijual dengan harga USD1.299 atau sekitar Rp 18,3 juta.

With 3x faster performance, Mac mini dramatically accelerates demanding workflows like compiling code in Xcode. (Foto: Apple)

Terakhir adalah Mac Mini, yang lebih murah dibanding pendahulunya. Apple menjual produk ini seharga USD699 atau sekitar Rp 9,8 juta. M1 menghadirkan CPU 8-core dengan kinerja hingga 3x lebih cepat dari generasi sebelumnya dan memberikan peningkatan performa grafis hingga 6x lebih besar. Hal ini memungkinkan Mac Mini dapat mengerjakan rendering 3D yang kompleks dengan mudah.

Apple kembali mengklaim, jika dibandingkan dengan desktop Windows terlaris dalam kisaran harganya, Mac Mini hanya berukuran sepersepuluh, namun memberikan kinerja hingga 5x lebih cepat. Mac Mini yang dilengkapi kipas angin, juga dilengkapi desain termal canggih untuk mempertahankan kinerjanya namun tetap dingin.

Mac Mini mendukung hingga dua layar termasuk Pro Display XDR Apple dalam resolusi 6K penuh, dan Wi-Fi 6 untuk kinerja nirkabel yang lebih cepat dan Secure Enclave di M1 untuk keamanan terbaik di kelasnya.

Facebooktwitterpinterestmailby feather
Agung Setiawan
Otak-atik, membaca, menulis dan membagikan seputar teknologi.
https://www.onetech.id

Leave a Reply

Top