You are here
Home > Editor Picks > Zoom Jadi Bukti Kita Punya Kecerdasan AQ Selain IQ dan EQ

Zoom Jadi Bukti Kita Punya Kecerdasan AQ Selain IQ dan EQ

Facebooktwitterrssyoutubeby feather

Pandemi Covid-19 telah merubah kebiasaan hidup kita semua. Bahkan selepas pandemi ini akan muncul kenormalan baru (new normal). Satu hal yang diduga akan menjadi new normal adalah pemanfaatan rapat online melalui platform.

Hal ini seiring dengan jumlah pengguna internet dan pengguna media sosial di seluruh dunia telah meningkat lebih dari 300 juta selama dua belas bulan terakhir. Berikut adalah data yang disajikan oleh We Are Social, Hootsuite dan Kepios serta GlobalWebIndex dalam tajuk “Coronavirus Multi-Market Study.”

Saat ini, sekurangnya ada 4,57 miliar orang menggunakan internet, atau meningkat lebih dari 7 persen. Begitu pula dengan pengguna media sosial yang tumbuh pesat, naik lebih dari 8 persen sejak April 2019 hingga mencapai 3,81 miliar.

Peningkatan konsumsi internet dan media sosial tak lepas dari kebijakan karantina di seluruh dunia sebagai dampak pandemi. Salah satu aplikasi media sosial yang mengubah pusat kehidupan manusia saat pandemi adalah aplikasi konferensi video. Banyak orang menggunakannya, tidak hanya untuk keperluan bisnis tetapi juga untuk tetap berhubungan dengan teman dan keluarga.

Webinar SMA Kolese Kanisius Jakarta tentang Persiapan pembelajaran STE(A)M – Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics – 5 Juni 2020.

Aplikasi Tatap Muka Populer

Meskipun masih ada kekhawatiran tentang isu privasi, peran layanan telekonferensi Zoom Cloud Meetings tak dipungkuri menonjol. Hal itu ditunjukkan dengan 200 juta pengguna aktif harian dalam beberapa minggu terakhir. Atau 20 kali lebih banyak dibandingkan sebelum pandemi.

Laporan terbaru dari App Annie juga mengungkapkan bahwa Zoom adalah salah satu dari sepuluh aplikasi yang paling banyak diunduh di seluruh dunia pada bulan Maret 2020. Bahkan aplikasi ini menghasilkan jumlah unduhan yang lebih banyak daripada TikTok, Instagram sampai Netflix. Jika kita menengok Play Store, maka per 5 Juni 2020 Zoom menjadi aplikasi gratis terpopuler ketiga setelah FaceApp dan WhatsApp Messenger.

Zoom tak sendirian. Aplikasi Google Meet (Hangouts Meet) berhasil diunduh 30 kali lebih banyak di AS dibandingkan sebelum pandemi. Unduhan aplikasi juga meningkat secara dramatis di Eropa, dengan Italia 140 kali lebih banyak unduhan, Spanyol 64 kali lebih banyak, dan Inggris 24 kali lebih banyak.

Baca Juga: Hadapi Covid-19, Juragan Aplikasi Turun Gunung Tapi Kuncinya Ada Di Generasi Milenial

Selain itu, juga ada aplikasi sejenis yang naik daun, yakni Houseparty. Ini adalah layanan jejaring sosial yang memungkinkan kita melakukan obrolan video secara grup melalui aplikasi seluler dan desktop.

Berbeda dengan Zoom dan Google Meet yang terkesan “serius,” maka Houseparty ini lebih digandrungi anak-anak muda. Saat mereka “dikurung” di rumah maka Houseparty menyajikan “pesta di rumah” dengan mengundang teman-teman sampai 8 orang.

App Annie melaporkan bahwa aplikasi Houseparty telah diunduh 2.360x di Spanyol pada 15-21 Maret 2020. Di Italia juga meningkat sampai 423x, sedangkan Inggris unduhannya pun melonjak 17x.

Rapat Redaksi Buletin AKSES, Kementerian Luar Negeri, 2 April 2020, dengan menggunakan Zoom. Rapat ini pun berhasil sampai pada penerbitan buletin.

Kecerdasan Beradaptasi

Manusia adalah ciptaan yang sangat istimewa. Kita dibekali ragam kecerdasan. Dengan IQ (intelligent quotient) kita punya kemampuan berpikir atau bernalar. Lalu ada EQ (emotional quotient), yaitu kemampuan kita untuk menerima, menilai, mengelola, dan mengontrol emosi diri sendiri dan orang lain yang ada di sekitar kita. Nah ada juga loh yang Namanya AQ. Apa itu?

AQ merupakan singkatan dari adversity quotient yang disebut juga dengan kemampuan kita bertahan atau beradaptasi. Natalie Fratto, wakil presiden Goldman Sachs yang bermarkas di New York, mengatakan AQ bukan sekadar kemampuan untuk menyerap informasi baru, tetapi juga kemampuan untuk melakukan sesuatu secara relevan, melupakan ilmu pengetahuan yang sudah usang, mengatasi berbagai rintangan dan berupaya untuk terus berubah.

“IQ adalah hal yang setidaknya Anda perlukan untuk mendapatkan pekerjaan, tetapi AQ adalah kunci Anda sukses dari waktu ke waktu,” katanya. AQ sendiri melibatkan fleksibilitas, rasa ingin tahu, keberanian, keuletan dan juga keterampilan seseorang dalam memecahkan masalah.

Pandemi Covid-19 adalah masalah kita semua. Kita tidak bisa lagi bertemu dengan orang untuk banyak keperluan, utamanya terkait pekerjaan dan bisnis. Namun manusia berkat ragam kecerdasannya, terutama AQ menemukan aplikasi yang memungkinkan kita mampu untuk menjalin relasi.  

Perpindahan ke interaksi digital yang lebih ‘tatap muka’ ini telah menjadi kenormalan baru di masa pandemi. Mungkin kebiasaan ini merupakan warisan penting selama kita menjalani karantina. Maka tidak berlebihan jika ada kemungkinan, kebiasaan video konferensi digital ini menjadi warisan nyata pasca pandemi.

Suasana di Kantor United Communications saat memfasilitasi webinar “Tantangan Bank dan Institusi Finansial di Tengah Pandemi COVID-19” yang diselanggarakan oleh
Red Hat dan BCA, 19 Mei 2020.
Webinar “Tantangan Bank dan Institusi Finansial di Tengah Pandemi COVID-19” yang diselanggarakan oleh Red Hat dan BCA dan difasilitasi oleh United Communications,
19 Mei 2020.
Facebooktwitterpinterestmailby feather
Agung Setiawan
Otak-atik, membaca, menulis dan membagikan seputar teknologi.
https://www.onetech.id

Leave a Reply

Top